Category Archives: Berita Palembang dan Sumsel
http://lemabang2009.wordpress.com/kategori/berita-palembang-dan-sumsel
Penderita Gizi Buruk Meninggal
EMPAT LAWANG – Charles (5,5), penderita gizi buruk di Empat Lawang, kemarin meninggal dunia. Bocah ini meninggal dengan kondisi memprihatinkan. Tubuhnya hanya menyisakan tulang berbalut kulit dengan berat badan 2 kg. “Sejak seminggu terakhir, kondisi kesehatan menurun, hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Maryam, ibu Charles.
Kehidupan Charles memang sangat memprihatinkan, sebelum meninggal dunia orang tuanya mengharapkan pemerintah memberikan bantuan untuk pengobatan dan makanan tambahan. Apalagi, bapak Charles, Ujang, kini masih menjalani masa tahanan. Sayangnya, hingga meninggal belum ada bantuan dari pemerintah.
Sebelumnya, Kadinkes Empat Lawang, dr Teguh Idrus mengaku pihaknya sudah memberikan bantuan baik pengobatan maupun makanan tambahan. “Namun orang tua pasien kurang kooperaktif, karena makanan tambahan yang diberikan ke pasian dan saat proses pengobatan justru keluar dari RS,” ujarnya.
Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) SE MM juga telah mengintruksikan Dinkes kembali memprogramkan pemberian khusus terhadap kondisi kesehatan Charles. “Saya belum tahu, Dinkes belum memberikan laporan jika ada warga Empat Lawang yang menderita gizi buruk,” ujar HBA saat itu. (35)
Sumatera Ekspres, Jumat, 28 Agustus 2009.
Kabut Asap Mulai Hantui Palembang.
PALEMBANG – Dampak kebakaran lahan dan hutan di beberapa wilayah Sumsel mulai terasa. Dua minggu terakhir, kabut asap mulai menyelimuti Kota Palembang di pagi dan sore hari. Namun kondisi ini masih normal dan belum mengganggu aktivitas masyarakat maupun penerbangan di Bandara Internasional SMB II Palembang.
Sekretaris Unit Pelaksana Teknis Dinas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, Dishut Sumsel, Ahmad Taufik, mengatakan, hot spot di beberapa daerah di Sumsel mulai mengalami peningkatan tajam. Dimana 90 persen kebakaran disebabkan adanya pembukaan lahan dan perkebunan masyarakat. Sehingga di beberapa daerah kabut asap mulai menyelimuti. “Kabut asap belum mengganggu aktivitas, masih normal. Tapi untuk saat ini, kebakaran lahan dan hutan belum memasuki lahan gambut. Baru sebatas kebakaran di luar kawasan hutan tapi Agustus dan September memang puncaknya hot spot. Karena telah memasuki musim kemarau,” katanya.
Di beberapa daerah di Sumsel, penyebaran hot spot terus mengalami peningkatan tajam. Berdasarkan data hot spot (9/8) tersebar sebanyak 99 titik meliputi Prabumulih 1 titik, OI 8 titik, OKI 14 titik, OKU 6 titik, OKUT 2 titik, OKUS 3 titik, Mura 5 titik, Muba 9 titik, Banyuasin 4 titik, Empat Lawang 5 titik, Lahat 17 titik, dan terakhir Muara Enim 25 titik.
Sementara, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) SMB II Palembang, Agus Santosa, menjelaskan, kabut asap yang terjadi belakangan ini masih normal. Artinya, jarak pandang (visibility)-nya normal dan belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. “Kabut asap yang terjadi sebenarnya masih tipis dan belum berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SMB II Palembang. Visibility-nya masih normal dan jauh, sekitar 10 km. Dan itu belum mengganggu jarak pandang bagi aktivitas penerbangan,” ujarnya. (mg27)
Sumatera Ekspres, Selasa, 11 Agustus 2009.
Lestarikan Adat Istiadat Prabumulih.
PRABUMULIH – Balai Adat Pehabung Uleh di Jl Sudirman Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat secara resmi dibuka. Peresmian dilakukan Wali Kota Prabumulih, Drs H Rachman Djalili MM.
Hadir juga Ketua DPRD Prabumulih H Azadin, Kepala PN ahmad Yunus SH MHum dan undangan lainnya. Peresmian bangunan balai adat ditandai dilakukannya dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Wako didampingi wakilnya Ir Ridho Yahya MM.
“Bangunan ini milik bersama warga Prabumulih. Karena itu harus kita jaga dan pelihara bersama-sama,” ujarnya. Nah, dengan diresmikannya balai adat ini diharapkan menjadi sarana memelihara dan melestarikan adat istiadat, nilai budaya masyarakat di Prabumulih. “Pelestarian adat istiadat dapat menjadi filter terhadap unsur budaya asing yang masuk,” tukas Rachman. (mg13)
Sumatera Ekspres, Rabu, 5 Agustus 2009.
Ditemukan Gizi Buruk.
Sebulan Dibantu 2 Bungkus Biskuit
EMPAT LAWANG – Kasus gizi buruk ditemukan di Empat Lawang. Muhammad Charles, bocah berusia 5,5 tahun, anak kedua pasangan Ujang (37) dan Mariam (35) ini hanya memiliki berat badan 2,5 kg. Padahal, berat normal anak pada usia ini diatas 10 kg. Tak cuma itu, mata bocah malang ini mengalami kebutaan, selain itu kaki, tangan, dan bagian lehernya kaku.
Mariam mengatakan, sejak lahir Charles sudah cacat, meski begitu dia berusaha merawat dan membesarkan anak keduanya. “Walaupun miskin, Charles tetap saya rawat,” imbuhnya saat ditemui di kediamannya, Lr PJKA No 37, kemarin.
Ironinya, perhatian pemerintah sangat minim, setiap bulan dia dia hanya dijatahi dua bungkus biskuit bayi dari puskesmas. Padahal Mariam mengaku tak mampu untuk membeli sendiri. Maklum, sejak setengah bulan ini suaminya Ujang mendekam di rumah tahanan Lahat karena melanggar hukum.
Selain masalah Charles, Ari, anak sulungnya terpaksa berhenti sekolah dan adik bungsunya Ahmad (5 bulan). Untuk memenuhi kebutuhan hariannya, Mariam terpaksa mengemis dan meminta-minta di perempatan lampu merah Lubuk Linggau. “Mau bagaimana lagi, saya tak ada pekerjaan, terpaksa meminta-minta,” ungkapnya.
Dari Hasil mengemis inilah, dia menghidupi anak-anaknya. “Bagi kami kelaparan sudah menjadi hal biasa. Bahkan sebelumnya berat Charles 3 kg, namun karena kurangnya makan yang diberikan sekarang berat badannya turun menjadi 2 kg,” paparnya. (35)
Sumatera Ekspres, Rabu, 5 Agustus 2009.
KMP Mulia Nusantara Berlayar ke Palembang.
PALEMBANG, SRIPO – KMP Mulia Nusantara yang didatangkan untuk menambah armada penyeberangan dari Palembang ke Bangka saat ini sedang dalam pelayaran menuju Palembang. Kapal ini berangkat dari Gresik Jawa Timur diperkirakan tiba di Palembang tanggal 3 Agustus 2009.
Keberangkatan KMP Mulia Nusantara menuju Palembang ini dalam rangka menambah armada penyeberangan Palembang-Bangka yang dirasakan masih kurang. Apalagi menjelang Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru nanti.
Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Dishub Kota Palembang, Said Albar SE, Kamis (30/7) mengatakan kapal jenis Roro yang didatangkan PT Prima Ekskutif ini sudah memenuhi spesifikasi yang disesuaikan dengan alur Sungai Musi dan Jembatan Ampera.
“Sebenarnya kalau izin operasionalnya sudah tiga bulan lalu keluar, tetapi karena spesifikasi kapal yang tinggi tidak bisa melewati Jembatan Ampera maka harus direnovasi dulu, sekarang sudah sesuai sehingga diberangkatkan ke Palembang,” ungkap Albar sembari menerangkan bahwa ketinggian kapal ini awalnya 11 meter, sedangkan ketinggian Jembatan Ampera hanya 9 meter sehingga membutuhkan modifikasi sebelum dikirim ke Palembang.
Dia memperkirakan KMP Mulia Nusantara ini sudah berlayar diperkirakan dalam waktu tiga hari tiba di Palembang.
Menurut Albar, KMP Mulia Nusantara ini beratnya 500 gross ton mampu mengangkut 30 unit kendaraan campuran dan 300 penumpang. Kedatangannya ke Palembang sangat diharapkan karena KMP Kerapu saat ini rusak.
“Sedangkan KMP Jembatan Musi II dan KMP Gorare juga sedang docking (pemeliharaan). Jadi tinggal 3 kapal lagi yang beroperasi,” ungkap Albar sembari mengaku tiga kapal yang operasi itu KMP Jembatan Musi I, Srikandi dan Kakap.
Albar khawatir jika kekurangan armada ini tidak segera diantisifasi akan menambah penumpukkan truk didermaga penyeberangan 35 Ilir Palembang. “Kita harapkan dengan tibanya KMP Mulia Nusantara nantinya, dapat membantu memerlancarkan angkutan penyeberangan dari Palembang ke Mentok Bangka, khususnya saat lebaran nanti,” ungkapnya seraya mengaku KMP Mulia Nusantara ini sudah melakukan uji coba berlayar sebelum diberangkatkan ke Palembang.
Sriwijaya Post — 30 Juli 2009.



