Kecamatan Bakal Memiliki Website.

SUKARAME Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kini mengembangkan jaringan website ke tingkat instansi dan dinas. Bahkan akan tersebar di tingkat kecamatan. Namun teknisnya di lapangan saat ini tengah dilakukan perbaikan jaringan dan selesai dalam waktu dekat.

“Ya, kita sedang mengupayakan perbaikan jaringan internet yang dimanfaatkan untuk meng-update website di setiap kecamatan. Nah, pengupayaan tersebut di lapangan masih proses pemasangan dan perbaikan,” jelas petugas Sandi dan Peralatan Data Elektronik (PDE) Pemkot Palembang, M Nurdin, usai memperbaiki tower jaringan website di Kecamatan Sukarame.

Lebih lanjut diungkapkannya, perbaikan jaringan website tersebut terkait pula dengan pindahnya tower yang berada di pemkot sehingga berdampak pula dengan bergesernya jaringan website. Perbaikan hanya dilakukan pada pergeseran sinyal di tingkat kecamatan.

“Fungsi pemasangan jaringan internet yakni untuk meng-update website yang bakal dibuat di setiap kecamatan. Langkah sosialisasi dan pembelajaran, petugas operator di tingkat kecamatan akan diberi pelatihan. Agar dapat mempergunakan dan memanfaatkan website tersebut dengan mudah,” ujarnya.

Petugas Operator Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) kecamatan Sukarame, Sukamto, mengakui adanya perubahan sinyal tower internet. Namun perubahan tersebut sama sekali tidak mengganggu proses pembuatan KTP-KK di kecamatan itu. (mg27)

Sumatera Ekspres, Kamis, 19 November 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Penderita Gizi Buruk Meninggal

EMPAT LAWANG Charles (5,5), penderita gizi buruk di Empat Lawang, kemarin meninggal dunia. Bocah ini meninggal dengan kondisi memprihatinkan. Tubuhnya hanya menyisakan tulang berbalut kulit dengan berat badan 2 kg. “Sejak seminggu terakhir, kondisi kesehatan menurun, hingga akhirnya meninggal dunia,” ujar Maryam, ibu Charles.

Kehidupan Charles memang sangat memprihatinkan, sebelum meninggal dunia orang tuanya mengharapkan pemerintah memberikan bantuan untuk pengobatan dan makanan tambahan. Apalagi, bapak Charles, Ujang, kini masih menjalani masa tahanan. Sayangnya, hingga meninggal belum ada bantuan dari pemerintah.

Sebelumnya, Kadinkes Empat Lawang, dr Teguh Idrus mengaku pihaknya sudah memberikan bantuan baik pengobatan maupun makanan tambahan. “Namun orang tua pasien kurang kooperaktif, karena makanan tambahan yang diberikan ke pasian dan saat proses pengobatan justru keluar dari RS,” ujarnya.

Bupati Empat Lawang H Budi Antoni Aljufri (HBA) SE MM juga telah mengintruksikan Dinkes kembali memprogramkan pemberian khusus terhadap kondisi kesehatan Charles. “Saya belum tahu, Dinkes belum memberikan laporan jika ada warga Empat Lawang yang menderita gizi buruk,” ujar HBA saat itu. (35)

Sumatera Ekspres, Jumat, 28 Agustus 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Kabut Asap Mulai Hantui Palembang.

PALEMBANG Dampak kebakaran lahan dan hutan di beberapa wilayah Sumsel mulai terasa. Dua minggu terakhir, kabut asap mulai menyelimuti Kota Palembang di pagi dan sore hari. Namun kondisi ini masih normal dan belum mengganggu aktivitas masyarakat maupun penerbangan di Bandara Internasional SMB II Palembang.

Sekretaris Unit Pelaksana Teknis Dinas Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan, Dishut Sumsel, Ahmad Taufik, mengatakan, hot spot di beberapa daerah di Sumsel mulai mengalami peningkatan tajam. Dimana 90 persen kebakaran disebabkan adanya pembukaan lahan dan perkebunan masyarakat. Sehingga di beberapa daerah kabut asap mulai menyelimuti. “Kabut asap belum mengganggu aktivitas, masih normal. Tapi untuk saat ini, kebakaran lahan dan hutan belum memasuki lahan gambut. Baru sebatas kebakaran di luar kawasan hutan tapi Agustus dan September memang puncaknya hot spot. Karena telah memasuki musim kemarau,” katanya.

Di beberapa daerah di Sumsel, penyebaran hot spot terus mengalami peningkatan tajam. Berdasarkan data hot spot (9/8) tersebar sebanyak 99 titik meliputi Prabumulih 1 titik, OI 8 titik, OKI 14 titik, OKU 6 titik, OKUT 2 titik, OKUS 3 titik, Mura 5 titik, Muba 9 titik, Banyuasin 4 titik, Empat Lawang 5 titik, Lahat 17 titik, dan terakhir Muara Enim 25 titik.

Sementara, Kepala Seksi Observasi dan Informasi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) SMB II Palembang, Agus Santosa, menjelaskan, kabut asap yang terjadi belakangan ini masih normal. Artinya, jarak pandang (visibility)-nya normal dan belum mengganggu aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang. “Kabut asap yang terjadi sebenarnya masih tipis dan belum berpengaruh terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Internasional SMB II Palembang. Visibility-nya masih normal dan jauh, sekitar 10 km. Dan itu belum mengganggu jarak pandang bagi aktivitas penerbangan,” ujarnya. (mg27)

Sumatera Ekspres, Selasa, 11 Agustus 2009.

Komentar (1)

Lestarikan Adat Istiadat Prabumulih.

PRABUMULIH Balai Adat Pehabung Uleh di Jl Sudirman Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat secara resmi dibuka. Peresmian dilakukan Wali Kota Prabumulih, Drs H Rachman Djalili MM.

Hadir juga Ketua DPRD Prabumulih H Azadin, Kepala PN ahmad Yunus SH MHum dan undangan lainnya. Peresmian bangunan balai adat ditandai dilakukannya dengan penandatanganan prasasti dan pengguntingan pita oleh Wako didampingi wakilnya Ir Ridho Yahya MM.

“Bangunan ini milik bersama warga Prabumulih. Karena itu harus kita jaga dan pelihara bersama-sama,” ujarnya. Nah, dengan diresmikannya balai adat ini diharapkan menjadi sarana memelihara dan melestarikan adat istiadat, nilai budaya masyarakat di Prabumulih. “Pelestarian adat istiadat dapat menjadi filter terhadap unsur budaya asing yang masuk,” tukas Rachman. (mg13)

Sumatera Ekspres, Rabu, 5 Agustus 2009.

Komentar (1)

Ditemukan Gizi Buruk.

Sebulan Dibantu 2 Bungkus Biskuit

EMPAT LAWANG Kasus gizi buruk ditemukan di Empat Lawang. Muhammad Charles, bocah berusia 5,5 tahun, anak kedua pasangan Ujang (37) dan Mariam (35) ini hanya memiliki berat badan 2,5 kg. Padahal, berat normal anak pada usia ini diatas 10 kg. Tak cuma itu, mata bocah malang ini mengalami kebutaan, selain itu kaki, tangan, dan bagian lehernya kaku.

Mariam mengatakan, sejak lahir Charles sudah cacat, meski begitu dia berusaha merawat dan membesarkan anak keduanya. “Walaupun miskin, Charles tetap saya rawat,” imbuhnya saat ditemui di kediamannya, Lr PJKA No 37, kemarin.

Ironinya, perhatian pemerintah sangat minim, setiap bulan dia dia hanya dijatahi dua bungkus biskuit bayi dari puskesmas. Padahal Mariam mengaku tak mampu untuk membeli sendiri. Maklum, sejak setengah bulan ini suaminya Ujang mendekam di rumah tahanan Lahat karena melanggar hukum.

Selain masalah Charles, Ari, anak sulungnya terpaksa berhenti sekolah dan adik bungsunya Ahmad (5 bulan). Untuk memenuhi kebutuhan hariannya, Mariam terpaksa mengemis dan meminta-minta di perempatan lampu merah Lubuk Linggau. “Mau bagaimana lagi, saya tak ada pekerjaan, terpaksa meminta-minta,” ungkapnya.

Dari Hasil mengemis inilah, dia menghidupi anak-anaknya. “Bagi kami kelaparan sudah menjadi hal biasa. Bahkan sebelumnya berat Charles 3 kg, namun karena kurangnya makan yang diberikan sekarang berat badannya turun menjadi 2 kg,” paparnya. (35)

Sumatera Ekspres, Rabu, 5 Agustus 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

KMP Mulia Nusantara Berlayar ke Palembang.

PALEMBANG, SRIPO KMP Mulia Nusantara yang didatangkan untuk menambah armada penyeberangan dari Palembang ke Bangka saat ini sedang dalam pelayaran menuju Palembang. Kapal ini berangkat dari Gresik Jawa Timur diperkirakan tiba di Palembang tanggal 3 Agustus 2009.

Keberangkatan KMP Mulia Nusantara menuju Palembang ini dalam rangka menambah armada penyeberangan Palembang-Bangka yang dirasakan masih kurang. Apalagi menjelang Idul Fitri, Natal dan Tahun Baru nanti.

Kepala Bidang Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan Dishub Kota Palembang, Said Albar SE, Kamis (30/7) mengatakan kapal jenis Roro yang didatangkan PT Prima Ekskutif ini sudah memenuhi spesifikasi yang disesuaikan dengan alur Sungai Musi dan Jembatan Ampera.

“Sebenarnya kalau izin operasionalnya sudah tiga bulan lalu keluar, tetapi karena spesifikasi kapal yang tinggi tidak bisa melewati Jembatan Ampera maka harus direnovasi dulu, sekarang sudah sesuai sehingga diberangkatkan ke Palembang,” ungkap Albar sembari menerangkan bahwa ketinggian kapal ini awalnya 11 meter, sedangkan ketinggian Jembatan Ampera hanya 9 meter sehingga membutuhkan modifikasi sebelum dikirim ke Palembang.

Dia memperkirakan KMP Mulia Nusantara ini sudah berlayar diperkirakan dalam waktu tiga hari tiba di Palembang.

Menurut Albar, KMP Mulia Nusantara ini beratnya 500 gross ton mampu mengangkut 30 unit kendaraan campuran dan 300 penumpang. Kedatangannya ke Palembang sangat diharapkan karena KMP Kerapu saat ini rusak.

“Sedangkan KMP Jembatan Musi II dan KMP Gorare juga sedang docking (pemeliharaan). Jadi tinggal 3 kapal lagi yang beroperasi,” ungkap Albar sembari mengaku tiga kapal yang operasi itu KMP Jembatan Musi I, Srikandi dan Kakap.

Albar khawatir jika kekurangan armada ini tidak segera diantisifasi akan menambah penumpukkan truk didermaga penyeberangan 35 Ilir Palembang. “Kita harapkan dengan tibanya KMP Mulia Nusantara nantinya, dapat membantu memerlancarkan angkutan penyeberangan dari Palembang ke Mentok Bangka, khususnya saat lebaran nanti,” ungkapnya seraya mengaku KMP Mulia Nusantara ini sudah melakukan uji coba berlayar sebelum diberangkatkan ke Palembang.

Sriwijaya Post — 30 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Polisi Razia Siang Malam.

PALEMBANG, SRIPO Dugaan terlibatnya Geng Palembang dalam teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton ditanggapi Polda Sumsel dengan peningkatan pengawasan di beberapa daerah. Polda sendiri telah memetakan beberapa daerah yang dicurigai sebagai sebagai jalur keluar masuk teroris.

Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Abdul Gofur, Rabu (29/7) di ruang kerjanya mengatakan, pengetatan jalur masuk dan keluar dilakukan di daerah yang menjadi titik pertemuan. Fokus pengawasan lebih kepada razia lalu lintas (lantas) yang intensitasnya diperbanyak yakni siang dan malam hari.

Truk bermuatan tinggi dan mobil box dihentikan. Seluruh penumpang pun tak luput dari pemeriksaan. Begitu juga sepeda motor, tak luput dari pemeriksaan.

Ketatnya pemeriksaan kendaraan diakuinya, membuat para penumpang tidak nyaman. Namun, demi mencegah masuk dan keluarnya teroris, ia berharap masyarakat dapat memaklumi hal itu.

Selain razia lantas, Polda juga mengawasi daerah-daerah yang dicurigai sebagai jalur keluar masuk teroris. Sayang, Abdul Gofur enggan menyebut kabupaten/kota yang dicurigai tersebut.

Walaupun kemudian ia mengatakan, semua daerah bisa saja menjadi jalur keluar masuk teroris, Abdul Gofur bergeming. Gofur mengungkap, pihaknya memiliki teknik canggih untuk memburu orang-orang yang dicurigai sebagai teroris. Teknik penyelidikan ini menggandeng masyarakat desa yang mulai diaktifkan dengan nama Polisi Masyarakat (Polmas).

Adapun awak Polmas terdiri dari Polisi, Babinkamtibmas dan masyarakat setempat. Polmas dibentuk selain untuk meminimasilir tindak kriminal juga memiliki misi sebagai intelijen. Jika dianggap ada yang mencurigakan, Polmas akan melaporkannya ke kantor polisi terdekat.

Tidak hanya Polmas, masyarakat yang melihat dan mencurigai teroris di lingkungan mereka diharap melakukan hal yang sama. Peran serta masyarakat selama ini dianggap mendukung kinerja Polri mengungkap kasus-kasus salah satunya teroris.

Sementara itu, razia teroris digelar Sat PJR Polda Sumsel, Rabu (29/7) di Jl Lingkar Talang Kelapa. Walaupun tidak menemukan barang ataupun menangkap orang-orang yang dicurigai sebagai teroris, razia pimpinan Kapin Sat PJR, Iptu Hendra Gunawan SH cukup membuat pemilik kendaraan ketar-ketir.

Delapan sepeda motor, satu truk dan dua mobil pribadi diamankan dalam razia yang digelar mulai pukul 10.00 itu. Seluruh kendaraan hanya diberlakukan tilang karena melanggar ketentuan lantas seperti tidak memiliki surat menyurat dan kelengkapan berkendaraan lainnya.

Menurut Iptu Hendra, dalam setiap razia mereka banyak menghentikan kendaraan berplat luar. Prioritas tersebut guna mempersempit lolosnya teroris yang masuk ataupun keluar wilayah.

Razia juga dilakukan di beberapa titik perbatasan dan jalur masuk dalam dan luar kota Palembang. Seperti di Musi II dan Talang Kelapa.

“Untuk kendaraan bermuatan barang, pemeriksaan dilakukan guna melihat kemungkinan masuknya bahan-bahan berbahaya. Untuk kendaraan penumpang lebih kepada wajah teroris,” katanya.

Sejak dirutinkan razia, pihaknya belum menemukan bahan berbahaya ataupun orang yang dicurigai sebagai teroris. (cr2)

Sriwijaya Post — 30 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Jelang Puasa, Pemerintah Bakal Gelar Operasi Pasar.

PUASA tinggal sebulan lagi. Pemerintah pun sudah menyiapkan dua langkah untuk menghalau kenaikan harga bahan pokok yang rutin terjadi menjelang hari besar keagamaan.

Pertama, melakukan operasi pasar jika kenaikan harga bahan pokok mencapai 25% dari kondisi normal. “Harga naik 10% itu wajar tapi jika 25% lebih, kami akan operasi pasar,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Departemen Pertanian (Deptan) Achmad Suryana, Rabu (29/7).

Operasi pasar juga tidak hanya dilakukan jika harga naik tak wajar. Pemerintah akan melakukan aksi ini manakala mencium gelagat aksi para spekulan. Komoditas yang paling rawan menjadi ajang spekulasi adalah minyak goreng dan gula pasir.

Langkah kedua pemerintah adalah mengamankan distribusi bahan pokok. Untuk tujuan ini, Departemen Pertanian akan berkoordinasi dengan departemen lain.

Achmad juga mengklaim, seluruh cadangan bahan pokok menjelang puasa dan Lebaran masih aman kecuali cabe merah yang mengalami defisit karena produksinya kurang. Makanya, Pemerintah akan mengimpor cabe merah buat menutupi kekurangan. “Tapi kami masih belum menentukan impornya dari mana,” kata dia.

Direktur Pemasaran Domestik Deptan Gardjita Budi bilang, lembaganya akan membentuk tim memonitoring ketersediaan pangan menjelang lebaran. Tim ini bertugas memantau ketersediaan dan harga bahan pokok agar tidak naik tajam.

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI) Thomas Darmawan mengaku sepakat dengan rencana Pemerintah yang menyiapkan operasi pasar. Tapi, ia menduga, operasi ini hanya bisa dilakukan pada tiga hingga empat komoditi. Untuk itulah, Pemerintah seharusnya bekerja sama dengan swasta agar operasi pasar mencakup semua komoditi.

Selain operasi pasar, Pemerintah juga perlu melakukan perbaikan infrastruktur jalan agar distribusi logistik lancar. “Saya perkirakan, kenaikan harga tahun akan normal,” kata Thomas.

Sriwijaya Post — 30 Juli 2009.

Komentar (1)

Prioritaskan Sekolah Kejuruan.

MUARA ENIM Jumlah pengangguran yang bertambah setiap tahun harus ditekan pemerintah. Salah satunya memperbanyak pembangunan SMK hingga komposisinya lebih banyak dari sekolah umum. “Komposisinya sekolah kejuruan harus lebih banyak, dengan perbandingan 70% SMK dan 30% SMA,” ujar Plt Bupati Muara Enim Ir Muzakir Sai Sohar usai peletakan batu pertama pembangunan SMKN 1 Semende di Kecamatan SDL, kemarin.

Diperbanyaknya SMK, lanjutnya, diharapkan mampu mencetak alumni yang siap pakai. “Setiap alumni SMK tak akan menambah jumlah pengangguran. Sebab selama bersekolah akan dibekali keahlian sesuai bidangnya yang bisa langsung diaplikasikan setelah tamat sekolah,” harapnya.

Muzakir juga mengatakan, untuk tahap pertama pembangunan SMKN 1 Semende, diperlukan dana Rp 700 Juta. “Untuk 2010, kita kucurkan Rp 1,4 M, bahkan dari APBN dianggarkan Rp 1,4 M, jadi total dana Rp 3,5 M,” ujarnya.

Kepala SMKN 1 Semende Drs Harpensi menjelaskan, saat ini ada 135 siswa, dengan jurusan pertanian dan tehnik otomotif. “Untuk saat ini kita masih menumpang belajar mengajar di gedung SMPN 1 SDL,” katanya yang berharap aliran listrik PLN bisa mengalir di SMKN 1. (43)

Sumatera Ekspres, Senin, 27 Juli 2009.

Komentar (1)

Kisah Pilu Korban Kebakaran Tanjung Agung.

Hanya Selamatkan TV, Tinggal di Tenda Darurat

IMAM RUSTANDI – Lahat

Kebakaran yang terjadi pukul 01.30 WIB Sabtu (25/7) dini hari meninggalkan luka yang mendalam. Walaupun bantuan datang silih berganti, wajah-wajah sedih masih terlihat menatapi puing-puing rumah mereka.

SAAT 35 kepala keluarga dengan 107 jiwa di Desa Tanjung Agung, Kecamatan Pajar Bulan, Lahat tertidur lelap, musibah datang. Api membakar tempat tinggal mereka. Si jago merah hanya menyisakan puing-puing hitam bak arang siap. Hingga kemarin asap putih masih menyelimuti awan kelam.

Tangisan warga meratapi rumah panggung masih terdengar. Rumah tinggal mereka kini hanya tinggal kenangan. Ketika wartawan koran ini menyambangi lokasi kebakaran, yang terlihat hanya abu hitam, patahan arang, dan puing-puing berserakan.

Saat ini para korban kebakaran tinggal di tenda-tenda darurat. Parman (52), korban kebakaran mengatakan, dirinya tak menyangka musibah kebakaran menimpa desa mereka. “Aku datang dari Pagaralam sekitar pukul 02.30 WIB, saat tiba di lokasi kebakaran rumah orangtua sudah rata dengan tanah,” katanya meratapi sisa rumah yang menjadi abu. Dirinya tak mengetahui penyebab kebakaran hebat tersebut, yang ada di benak dan hanyalah bagaimana nasib orangtuanya. “Selain menyelamatkan orangtua, saya hanya menyelamatkan TV kesayangan bapak,” katanya.

Hartoni (52) mengatakan, kejadian yang menghebohkan ini memang tak menelan korban jiwa, namun ada 11 warga yang menderita luka ringan. “Mereka terluka akibat tertimpa kayu atau lainnya,” katanya. Pemkab Lahat telah menyalurkan bantuan di posko kebakaran, di antaranya uang Rp 8,5 juta, 1,8 ton beras, 32 dus mi instan, peralatan masak, 7 unit tenda, 32 baju daster, 24 baju kaus, 12 pakaian bekas layak pakai, 2 dus besar biskuit, dan 24 tikar.

Dikatakan Hartoni, bantuan ini sangat mereka butuhkan. “Hidup ini harus terus berjalan. Bantuan dan sumbangan semua pihak jelas kami butuhkan,” ujarnya yang tak kuasa menahan tangis. (mg25)

Sumatera Ekspres, Senin, 27 Juli 2009.

Tinggalkan sebuah Komentar

Tulisan yang Lebih Tua »