PALEMBANG, SRIPO – Dugaan terlibatnya Geng Palembang dalam teror bom di Hotel JW Marriott dan Ritz Carlton ditanggapi Polda Sumsel dengan peningkatan pengawasan di beberapa daerah. Polda sendiri telah memetakan beberapa daerah yang dicurigai sebagai sebagai jalur keluar masuk teroris.
Kabid Humas Polda Sumsel, Kombes Pol Drs Abdul Gofur, Rabu (29/7) di ruang kerjanya mengatakan, pengetatan jalur masuk dan keluar dilakukan di daerah yang menjadi titik pertemuan. Fokus pengawasan lebih kepada razia lalu lintas (lantas) yang intensitasnya diperbanyak yakni siang dan malam hari.
Truk bermuatan tinggi dan mobil box dihentikan. Seluruh penumpang pun tak luput dari pemeriksaan. Begitu juga sepeda motor, tak luput dari pemeriksaan.
Ketatnya pemeriksaan kendaraan diakuinya, membuat para penumpang tidak nyaman. Namun, demi mencegah masuk dan keluarnya teroris, ia berharap masyarakat dapat memaklumi hal itu.
Selain razia lantas, Polda juga mengawasi daerah-daerah yang dicurigai sebagai jalur keluar masuk teroris. Sayang, Abdul Gofur enggan menyebut kabupaten/kota yang dicurigai tersebut.
Walaupun kemudian ia mengatakan, semua daerah bisa saja menjadi jalur keluar masuk teroris, Abdul Gofur bergeming. Gofur mengungkap, pihaknya memiliki teknik canggih untuk memburu orang-orang yang dicurigai sebagai teroris. Teknik penyelidikan ini menggandeng masyarakat desa yang mulai diaktifkan dengan nama Polisi Masyarakat (Polmas).
Adapun awak Polmas terdiri dari Polisi, Babinkamtibmas dan masyarakat setempat. Polmas dibentuk selain untuk meminimasilir tindak kriminal juga memiliki misi sebagai intelijen. Jika dianggap ada yang mencurigakan, Polmas akan melaporkannya ke kantor polisi terdekat.
Tidak hanya Polmas, masyarakat yang melihat dan mencurigai teroris di lingkungan mereka diharap melakukan hal yang sama. Peran serta masyarakat selama ini dianggap mendukung kinerja Polri mengungkap kasus-kasus salah satunya teroris.
Sementara itu, razia teroris digelar Sat PJR Polda Sumsel, Rabu (29/7) di Jl Lingkar Talang Kelapa. Walaupun tidak menemukan barang ataupun menangkap orang-orang yang dicurigai sebagai teroris, razia pimpinan Kapin Sat PJR, Iptu Hendra Gunawan SH cukup membuat pemilik kendaraan ketar-ketir.
Delapan sepeda motor, satu truk dan dua mobil pribadi diamankan dalam razia yang digelar mulai pukul 10.00 itu. Seluruh kendaraan hanya diberlakukan tilang karena melanggar ketentuan lantas seperti tidak memiliki surat menyurat dan kelengkapan berkendaraan lainnya.
Menurut Iptu Hendra, dalam setiap razia mereka banyak menghentikan kendaraan berplat luar. Prioritas tersebut guna mempersempit lolosnya teroris yang masuk ataupun keluar wilayah.
Razia juga dilakukan di beberapa titik perbatasan dan jalur masuk dalam dan luar kota Palembang. Seperti di Musi II dan Talang Kelapa.
“Untuk kendaraan bermuatan barang, pemeriksaan dilakukan guna melihat kemungkinan masuknya bahan-bahan berbahaya. Untuk kendaraan penumpang lebih kepada wajah teroris,” katanya.
Sejak dirutinkan razia, pihaknya belum menemukan bahan berbahaya ataupun orang yang dicurigai sebagai teroris. (cr2)
Sriwijaya Post — 30 Juli 2009.